Tuesday 25th February 2020

Novi Ilat : Paniki Sulut Indonesia Juara Antar Kota Asia 2018 , Edwin Silangen Ketua Pergatsi Sulut Apreseasikan Manager, Pelatih dan Atlit yang berhasil

CAHAYA MEDIA – SULUT, Paniki Gateball Club Sulut satu-satunya Tim yang dipercayakan PB Pergatsi (Pengurus Besar Persatuan Gateball Seluruh Indonesia) mengikuti Kejuaraan Gateball antar Kota Asia di Hongkong yaitu The 8th Asian Cities Gateball Invitational Championship 2017/18 yang diselenggarakan tanggal 20-21 Januari 2018. Dipercayakannya Tim Gateball Paniki Sulut mewakili Indonesia oleh PB Pergatsi tidak luput dari prestasi yang di capai Paniki Gateball Club selama 3 tahun terakhir. Diketahui pada bulan oktober 2017 Paniki Sulut berhasil menjuarai Kejuaraan di Makasar dan tidak tanggung2 berhasil menjuarai 3 ivent (hatrick) yaitu Kejurnas, POMNas dan Umi open yang tidak luput keterlibatan atlit Paniki.
Perjalanan Paniki Sulut pada Kejuaraan Gateball di Hong Kong melawati perjuangan dan tantangan bukan saja harus melawan dan menaklukan tim2 kuat di Asia, juga cuaca dingin hingga mecapai 7 derajat Celcius.
Kejuaraan ini di ikuti 40 tim terbaik di Asia yaitu China, Japan, Korea, Taiwan, Hongkong, Macao. Berada di Group C, paniki sulut berhasil menjadi Juara Group dan Lolos ke 16 besar setelah mengalahkan 4 tim yaitu Shanghai China 20-5, Papuli Taiwan 15-7, Hongkong 23-7, China 14-11.
Dibabak 16 besar dengan sistem gugur dimana Paniki berhasil mengalahkan Tim United Christian College Hong Kong dengan skor 14-7. Pada babak 8 besar Paniki Sulut sempat dibuat kawalahan tim Taiwan lainnya. Pertandingan belangsung ketat dan menegangkan. Ketenangan dan kesabaran juga strategi yang tepat membuahkan hasil dimana tim Paniki Sulut yg dikapteni Indri mandagi menang tipis 11-9 dan lolos ke semi final (Gold Competation) sedangkan yang kalah bertanding pada silver competation.


Pertandingan 4 besar ini Paniki Sulut Indonesia menjadi pusat perhatian komunitas Gateball Asia karena bermaterikan pemain wanita dan umumnya umurnya masih dibawah 18 tahun.
Dalam keadaan cuaca yg kembali dingin dan berangin Paniki Sulut merubah strategi dengan tidak memberi peluang lawan untuk mecetak point di gate 2. Kendati lawan yang di hadapi adalah tim kuat Hong Kong, Paniki Sukut berhasil kandaskan impian tim andalan tuan rumah dengan skor telak 22-5 dan Lolos ke Grand Final.
Paniki Sulut Meraih Gold Champion (Juara 1) setelah melewati pertandingan menegangkan di babak Final dan mengalahkan tim berprestasi dunia shenchen China dengan skore 18-9.
Kedatangan Tim Juara dibandara Sam Ratulangi pada hari selasa (23 Januari 2018) dijemput langsung oleh Ketua bidang Pengembangan Daerah PB Pergatsi Ibu Ina Krisna, Ketua Pengprov Pergatsi Sulut Edwin Silangen SE. (Sekprov Sulut), Kadis Olahraga Sulut, Ketua Bappeda Sulut, Kadis Pariwisata dan sejumlah pejabat Provinsi dan pengurus Pengprov Pergatsi Sulut. Disela-sela makan siang bersama rombongan para atlit dan official bapak Edwin Silangen mengatakan bahwa Pemerintah provinsi dan pergatsi Sulut memberi apresiasi yang tinggi kepada semua atlit yang sudah mengharumkan Indonesia dan Sulawesi Utara khusuanya. Karena ternyata atlit2 sulut ini membuktikan bahwa mereka bukan saja berprestasi di tingkat Nasional tapi juga ditingkat Dunia. Sekprov juga mengatakan bahwa PON di Papua nanti dimana Cabor Gateball akan resmi dipertandingkan, Saya optimis akan mendapatkan medali emas yang maksimal bahkan akan menjadi penyubang medali terbanyak untuk Sulut karena ada 11 jumlah medali emas dalam cabor Gateball yang akan deperbutkan.
Nama2 Official dan atlit:
Manager Nova Monintja
Pelatih Novie Ilat
Koordinator atlit Herry Talumepa dan Deden Dendeng.
Atlit:
1. Indri S. Mandagi (Kapten Tim) Mahasiswa pionner Manado
2. Tracy A.Ogi, SMu Negeri 7 manado
3. Anjeli V.Sapetu, SMK Negeri 1 Airmadidi
4. Djennifer E. Tambajong SMK Negeri 1 Airmadidi
5. Wulan G. Wokas SMK Negeri 1 Airmadidi
6. Vivian G. Iroth SMU 1 Negeri Manado
7. Citra Poli smu negeri 8 manaddo
8. Anggrainy Rambing Smpn 14 Manado

Dengan prestasi  ini maka  kita sebagai masyarakat indonesia lebih khusus sulawesi  utara harus terus memberikan dukungan  kepada  manager, pelatih dan atlit  yang berhasil  mengharumkan nama  negara kita terlebih sulawesi utara  kata  Novi Ilat yang merupakan Pelatih serta Kepala Satuan Kerja Balai Sungai Sulawesi 1 yang  sangat  di kenal oleh banyak orang .( Nixon Tanos )

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses