Tuesday 25th February 2020

Bank Indonesia Sulut Laksanakan FGD Peserta dan Masyarakat Apreseasikan

CAHAYA MEDIA – SULUT ,Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara di manado Melaksanakan Kegiatan Focus Group Discusion,  Ketergantungan pada komoditas mentah dan bernilai tambah rendah membuat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) dalam beberapa tahun terakhir masih tercatat tumbuh di bawah potensialnya. Sebagai upaya untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Sulut untuk dapat tumbuh lebih tinggi dan berkualitas dibutuhkan suatu transformasi strategi pertumbuhan (growth strategy) yang tidak lagi bertumpu pada komoditas mentah, melainkan memanfaatkan peluang pengembangan sektor jasa pariwisata khususnya.

Mempertimbangkan potensi keunggulan lokasi geografis di Asia Pasifik, local endowments dan kondisi social-budaya daerah, pengembangan sektor jasa pariwisata dan industri kreatif dipandang sangat strategis untuk dikembangkan di Sulawesi Utara. Hal ini juga sejalan dengan hasil riset growth strategy yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2017. “Growth potential Sulawesi Utara diperkirakan dapat mencapai 7% jika kita mampu mengoptimalkan potensi pariwisata Sulut sebagai lokomotif dan sumber pertumbuhan baru di daerah” ungkap Bpk MHA Ridhwan, Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi.

Sebagai tindak lanjut riset tersebut, pada hari ini, 24 Januari 2018, KPw BI Sulut menyelenggarakan Focus Group Discussion bersama dengan stakeholder terkait dari pihak akademisi, pemangku kebijakan dan, pelaku usaha untuk mendiskusikan bersama arah pengembangan pariwisata Sulawesi Utara Kedepan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Pakar Ilmu Pariwisata Prof. Beth Lagarens M.M.Tour, Koordinator Satgas Pariwisata Sulut Bpk Dino Gobel, Kabid DPMPTSP Bpk Yani Rembet, General Manager PT. MM travel Bpk Leonard Parrangan, General Manager Lion Air cab Manado Bpk Irwan, General Manager Citilink cab Manado Bpk Tia Nugraha dan General Manager Hotel SIntesa Peninsula Bpk I Putu Anom Dharmaya.

Pada diskusi tersebut, Bpk Dino Gobel memaparkan target kunjungan wisman yang dicanangkan pemprov pada tahun 2018 mencapai 200ribu wisatawan mancanegara (wisman). Target tersebut dipandang para pelaku usaha dan akademisi sebagai target yang realistis dengan catatan perlu dilakukan beberapa pembenahan daerah tujuan wisata dengan konsep 3A (Amenitas, Atraksi dan Aksesibilitas) melalui pembangunan infrastruktur dasar berupa Tourist Information Centre, Sign-Board, memperbanyak atraksi budaya serta memperluas akses melalui penambahan konektivitas. Pembangunan hard infrastruktur pariwisata juga perlu diimbangi dengan pengembangan soft infrastruktur yaitu SDM Pariwisata. Pengembangan SDM diarahkan pada 3 poin utama yaitu 3B: Bahasa Asing (utamanya Bahasa Inggris dan Mandarin), Brand Knowledge (pemahaman akan pariwisata Sulut) dan Budaya “Melayani”.

Sejalan dengan berkembangnya pariwisata, perkembangan industri kreatif sebagai industri pendukungnya juga memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan, salah satunya melalui pemberdayaan UMKM Sulut untuk memproduksi oleh-oleh iconic Sulut. “Di Sulut, wisman masih sangat kesulitan untuk memperoleh souvenir iconic Sulut, yang sekali dilihat orang-orang langsung akan mengetahui asal souvenir tersebut, misalnya seperti beli wayang kita langsung ingat Jogjakarta” ungkap pakar pariwisata Prof. Beth Lagarens. Hal serupa juga disampaikan oleh pihak MM Travel bahwa sangat disayangkan souvenir ikonik Sulut masih sulit ditemukan, jikapun ada harga yang ditawarkan dianggap masih belum sesuai dengan kualitas produk yang dihasilkan. Terkait hal tersebut, Bank Indonesia telah mulai menggerakan pengembangan industri kreatif melalui program pembinaan UMKMnya, yang akan dimulai dengan pendampingan dan pembinaan kain tenun kofo yang terbuat dari serat abaka.

Pelaksanaan forum diskusi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini memperoleh apreasiasi dari seluruh pihak yang hadir dan diharapkan pertemuan-pertemuan seperti ini dapat terus berlanjut dengan agenda selajutnya berupa penyusunan rencana aksi, sehingga menghasilkan langkah-langkah konkrit bagi kemajuan pariwisata Sulut.

Dengan agenda kegiatan ini merupakan hal penting dalam pertumbuhan ekonomi sulawesi utara agar masyarakat pada umumnya dapat bersaing dan menumbuh kembangkan usaha usaha mereka untuk kemajuan sulut itu sendiri serta meningkatkan pendapatan masyarakat itusendiri dan kelompoknya (Nixon Tanos)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses