Tuesday 22nd October 2019

Arbonas Hutabarat : Bahan Makanan Menyebabkan Deflasi Sulut

 

CAHAYA MEDIA – SULUT, Manado, Kantor perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara lewat kepala Bank Indonesia Arbonas Hutabarat  kembali merilis beberapa hal yang menyangkut perkembangan daerah sulawesi utara dalam bidang perekonomian daerah,

Melanjutkan Deflasi bulan Februari, pada maret 2019 sulut mengalami Deflasi sebesar  0,69 persen ( mtm) dan deflasi tahun kalender sebesar 0,16 persen (yty)  dengan inflasi tahunan sebesar 2,46 persen (yoy).

Secara umum deflasi juga terjadi di 7 kota dan 11 kota IHK di pulau Sulawesi, penyebabnya adalah  Deflasi kelompok Bahan Makanan sebesar 3,85 persen (mtm) dengan kontribusi pada bulan berjalan sebesar 0,97 persen (mtm) yang di sebabkan berupa Bahan Makanan, kelompok bahan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, sebesar 0,81 persen (mtm) dan kontribusi bulan berjalan sebesar 0,13 persen (mtm), serta kelompok perumahan, air, listrik,gas dan bahan bakar.

Melihat perkembangan Inflasi sulut sampai bulan maret maka kantor perwakilan Bank Indonesia Sulut masih optimis laju Inflasi sulut tahun 2019 akan tetap pada rentang 3 + 1 persen (yoy).

Sehubungan dengan hal tersebut kantor perwakilan bank indonesia dan TPID sulut terus meningkatkan koordinasi erat dan upaya bersama menjaga, ketersediaan pasokan, khususnya komoditas strategis, menjaga keterjangkauan harga, memastikan kelancaran distribusi melalui operasi pasar. Seperti yang di sampaikan kepala bank Indonesia perwakilan sulawesi utara Arbonas Hutabarat kepada kami jelasnya demikian.( Nixon Tanos)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.