Tuesday 22nd October 2019

Wenny Lumentut Laksanakan Reses 1 di Desa Kalasey Kab Minahasa

CAHAYA MEDIA – SULUT, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Utara kembali melaksanakan reses  bagi 45 anggota dewan sulut,  Masa reses I Tahun 2019 mulai dilaksanakan Anggota DPRD Sulut sejak tanggal 4 April 2019. Selama 8 hari, Anggota DPRD Sulut turun ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Ini juga dilakukan Anggota Dewan Wenny Lumentut, SE. Legislator dari Dapil Minahasa – Tomohon ini melaksanakan reses di Pantai Indah Kalasey, Jumat (5/3/2019) siang.

Sebelum reses dimulai, Wenny Lumentut menghimbau agar tidak dilakukan pembagian atribut kampanye.
“Ini reses dan bukan kampanye, ini bukan orasi politik, jadi tidak ada yang bagi-bagi atribut kampanye apapun,” tutur Lumentut di hadapan ratusan warga Kalasey I yang menghadiri reses.


Ratusan warga Kalasey menghadiri reses Anggota DPRD Sulut Wenny Lumentut yang digelar di Pantai Indah Kalasey, Jumat (5/3/2019) siang.

Saat reses berlangsung, Lumentut yang juga salah satu Pimpinan DPRD Sulut ini mengatakan, waktu reses dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Siapa yang ingin bertanya atau menyampaikan aspirasi silahkan, tapi saya minta tidak ada hubungannya dengan politik,” ujar Lumentut.
Pada sesi tanya jawab, salah satu warga yang hadir di reses mengeluhkan kurangnya ketersediaan air bersih di wilayah mereka.
“Memang air bersih sudah ada tapi masih kurang. Air bersih di sini pernah dikelola pemerintah tapi tetap kurang. Jadi, kalau bisa tolong dibantu soal pipa,” tutur Maklon Manoppo senada dengan yang dikatakan Jhon Pusung.
Di samping kurangnya ketersediaan air bersih, warga juga menyorot tentang adanya tambang galian C di wilayah itu.
“Masyarakat resah dengan masalah galian c. Memang sudah ada anggota dewan provinsi yang meninjau tapi disayangkan tidak menyertakan masyarakat Kalasey,” ujar Kumtua Kalasey I, Lely Tonggari seraya menambahkan bahwa galian C menyebabkan air menjadi kotor.
Lebih penting lagi, memperhatikan stabilitas keamanan di Kecamatan Mandolang, warga mengusulkan agar dibangun Pos Polisi.
Sedangkan aspirasi lain yang disampaikan terkait banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi, dibuatkan gapura, ketersediaan lahan sekolah baik tingkat SD, SMP, dan SMA, serta pengembangan pariwisata di Desa

Menanggapi semua aspirasi tersebut, Wenny Lumentut mengusulkan agar membuat proposal dan akan ditindaklanjuti.
“Buat proposal akan ditindaklanjuti kepada bapak gubernur,” katanya, Lumentut juga memastikan bahwa pariwisata di area Kalasey akan maju pesat.
“Desa Kalasey akan berkembang pesat sehubungan dengan pariwisata. Sektor pariwisata akan digenjot oleh gubernur. Akan dibangun hotel-hotel yang bisa mendatangkan pengunjung dan turis yang tentunya bisa menambah pendapatan daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sini,” kata Lumentut.
Sementara usulan pembangunan Pos Polisi di Desa Kalasey Lumentut pun menghimbau agar disiapkan proposal.
“Kumtua buat proposal dan dimasukkan, saya akan mengawal langsung hingga ke Polda. Saya akan minta pak Kapolda untuk survei tempat,” tandas Lumentut.
Wenny Lumentut juga akan membantu pembangunan Balai Desa berupa bahan bangunan yakni 300 sak semen katanya kepada masyarakat di desa kalasey pada saat  itu juga. ( nita)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.