Tuesday 22nd October 2019

Andrei Anggouw Ajak Jemaat GMIM Sion Tolak Politik Uang dan Politik Identitas

CAHAYA MEDIA – SULUT, MANADO-Pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) tinggal beberapa lagi, di masa tenang ini masyarakat diajak untuk tetap menjaga dan merawat kerukunan.

Hal itu penting, sebab demokrasi menentukan masa depan bangsa. Oleh sebab itu, masyarakat juga diajak untuk menggunakan hak suara.

“Anggaran yang dialokasikan untuk Pemilu 2019 sangat mahal, mencapai Rp25 triliun. Karena itu harus gunakan sebaik-baiknya,” kata Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Andrei Angouw saat menghadiri ibadah bersama jemaat GMIM Sion Malalayang, Minggu (14/4/2019).

Acara yg dihadiri oleh Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel dan para undangan lainnya, AA menegaskan agar masyarakat, khususnya jemaat GMIM Sion Malalayang agar dewasa dalam menghadapi Pemilu 2019, baik pilpres maupun pileg.

“Gunakan Pemilu, pilpres dan pileg ini dengan baik. kita harus menjauhi politik uang dan politik identitas. Karena hal ini akan membawa kerugian bagi masyarakat. Politik uang itu membodohi orang dan menggeser paradigma diri kita pada Pemilu dan pilpres. Demikian juga dengan politik identitas yang berpotensi memecah belah. Berpotensi membuat orang berkelahi, berpotensi perang saudara yang bisa merusak kehidupan,” jelasnya.

“Mari kita jaga demokrasi yang ada karena Pemilu ini milik kita bersama untuk menentukan masa depan kita bersama masa depan anak cucu kita,” tandasnya.

Sementara itu, di momen Paskah, AA juga mengajak jemaat dapat memaknai keselamatan yang diberikan Tuhan. “Yesus Kristus mati di kayu salib untuk kita semua,” ujarnya.(Nita, Hum )

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.