Sunday 22nd September 2019

Arbonas Hutabarat Kepala BI Bersama Gubernur Sulut Melaksanakan Kerja Sama Melalui Forum TPID 2019

CAHAYA MEDIA – SULUT, Manado,  Kembali lagi Bank Indonesia Perwakilan Sulut Mengadakan  Agenda kegiatan  bersama Tim TPID Sulut yang di pimpin langsung oleh Gubernur Sulut  Olly Dondokambey Beserta Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulut Arbonas Hutabarat ,  pada 20 Mei  2019 bertempat Di B I  serta di hadiri oleh Ketua Dewan Sulut Andrei Anggouw, serta bara Buoati dan Wakil Bupati/ walikota dan wakil Se Sulawesi Utara , Serta  Ketua PKK Sulut Ibu Rita Tambuntuan dan Para Kadis kadis dan Undangan Lainnya,

Dalam Sambutan yang di bawakan oleh kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat Mengatakan : Menjelang paruh pertama tahun 2019 inflasi Sulawesi Utara menunjukan perkembangan yang cukup menggembirakan. Pada bulan April, Sulawesi Utara mencatat deflasi sebesar -1,27% (mtm). Deflasi tersebut menyebabkan inflasi tahunan per bulan April 2019, mencapai angka 0,07% (yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar -1,42% (ytd).

Kerjasama dan sinergi yang baik antar lembaga, khususnya melalui forum TPID, menjadi kunci keberhasilan menjaga inflasi di angka yang rendah dan stabil tersebut. Namun demikian, kita tetap harus waspada mengingat banyaknya tantangan dalam pengendalian kedepan yang masih harus kita hadapi.

Peran penting TPID dalam pengendalian inflasi juga dapat dilihat dari semakin membaiknya inflasi tahunan Sulawesi Utara. Inflasi Sulawesi Utara tahun 2001 hingga tahun 2010 secara rata-rata mencapai angka 8,65% (yoy), namun, setelah TPID dibentuk pada tahun 2010, rata-rata Inflasi Tahunan tersebut turun hingga hampir setengahnya ke angka 4,59% (yoy).

Serangkaian upaya dan usaha yang dilakukan TPID Provinsi Sulawesi Utara tersebut diapresiasi secara luar biasa oleh Presiden Republik Indonesia, dimana TPID provinsi Sulawesi Utara ditetapkan sebagai TPID terbaik propinsi Se-Sulawesi pada tahun 2017. Selain itu, untuk tingkat kabupaten/kota non pencatatan inflasi, Kota Bitung juga terpilih sebagai TPID berprestasi tingkat Pulau Sulawesi.

Terkendalinya laju inflasi Sulawesi Utara tidak terlepas kerja keras Pemerintah Provinsi bersama Tim pengendalian inflasi daerah. Tahun ini berbagai upaya pengendalian inflasi telah dilakukan TPID untuk memastikan pergerakan harga tetap stabil. Koordinasi TPID dalam rangka menyusun strategi pengendalian harga, operasi pasar, komunikasi untuk membentuk ekspektasi, pelaksanaan pasar murah serta kelancaran logistik menjadi salah satu faktor terjaganya inflasi dalam rentang targetnya.

Namun demikian, kita tidak boleh lengah dan cepat puas diri. Perayaan Idul Fitri 1440 H yang akan jatuh pada bulan Juni, Perayaan Pengucapan Syukur di tingkat kabupaten dan kota yang akan diselenggarakan di sepanjang Triwulan III serta perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 adalah momentum-momentum yang harus senantiasa kita kawal agar inflasi terkendali pada level yang rendah dan stabil.

Tantangan utama yang kita hadapi adalah menjaga inflasi komoditas pangan strategis di Sulawesi Utara yaitu komoditas bawang, cabai dan tomat atau yang kita lebih kenal dengan akronim BARITO, yang memberikan tekanan inflasi yang cukup tinggi pada kurun waktu 3 tahun terakhir.

Kenaikan harga komoditas Angkutan Udara yang juga secara umum berimplikasi kepada peningkatan biaya logistic, dapat memberikan tekanan khusus kepada inflasi di Sulawesi Utara.

. Ke depan, koordinasi intensif dan sinergi antar Dinas/Instansi terkait yang sudah sangat baik dan efektif dalam mengendalikan inflasi Sulawesi Utara perlu dipertahankan dan ditingkatkan, dengan berpedoman pada prinsip 4K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi untuk membentuk ekspektasi.

Diluar forum TPID, Bank Indonesia juga telah turut mengambil peran aktif dalam upaya menjaga inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara.

. Berbagai upaya di sektor riil, kami lakukan dengan memberikan perhatian khusus kepada pengembangan UMKM. Bank Indonesia mengembangkan klaster ketahanan pangan strategis seperti klaster Bawang Merah serta klaster Tomat Sayur di Kabupaten Minahasa, serta klaster cabai di Kab Minahasa, Kab. Kepulauan Sangihe dan Sitaro. Program pengembangan klaster tersebut dilakukan secara komprehensif dengan melakukan pendampingan dalam bentuk pemberian bantuan teknis (on farm), pendampingan tata niaga dan pendampingan program pasca panen (off farm).

. Indikator keberhasilan dalam pembinaan UMKM tersebut tercermin dari adanya peningkatan penjualan produk, perluasan akses pasar, dan sertifikasi organik yang diperoleh oleh produk UMKM binaan.

Sejalan dengan dukungan pengembangan ekonomi, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi melalui forum Regional Investment Relation Unit (RIRU) berpartisipasi aktif dalam upaya mendorong investasi. Pada tahun 2017, 2018 dan tahun 2019, RIRU Sulut sudah mengikuti berbagai forum promosi investasi di dalam maupun luar negeri. Kami juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam implementasi On-line Single Submission (OSS) guna mendorong perbaikan iklim usaha dan iklim investasi dengan meningkatkan efisiensi birokrasi. Ke depan, kebijakan ini perlu ditingkatkan implementasinya di daerah, khususnya Sulawesi Utara.

Dari sisi sistem pembayaran, Untuk menciptakan sistem pembayaran yang aman, efisien, lancar dan andal, kami senantiasa mendorong terciptanya less cash society dalam kerangka Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), menyelenggarakan sistem kliring dan Real Time Gross Settlement (RTGS), melakukan pengawasan Kegiatan Usaha Penjualan Valuta Asing Bukan Bank, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta perbankan dalam mendorong elektronifikasi transaksi pembayaran.

Dari sisi pengelolaan dan pengedaran uang Rupiah, kami memastikan penyediaan Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu dan kondisi layak edar dapat terdistribusi ke masyarakat dengan baik.

Di tahun 2018, kami melakukan program peningkatan layanan kas untuk menjangkau masyarakat di wilayah kecamatan/desa melalui optimalisasi jaringan kantor bank, pegadaian, PJPUR dan pihak lain dalam bentuk BI Jangkau. BI jangkau telah dilaksanakan di 3 kabupaten yaitu Kab. Bolmut, Kab. Minahasa, dan Kab. Minahasa Tenggara serta melayani 66 kecamatan. Kami juga telah mempersiapkan uang kartal baru senilai 2,2 Triliun Rupiah untuk mengantisipasi kebutuhan penukaran uang masyarakat pada periode Hari Raya Idul Fitri di tahun 2019 yang tersebar di 114 titik yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Utara

Di samping itu, kami juga melakukan penyediaan uang kartal, mendorong clean money policy dengan meningkatkan frekuensi kas keliling, serta meningkatkan awareness masyarakat terhadap ancaman peredaran uang palsu melalui sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah. Selain itu, kami juga memastikan ketersediaan rupiah melalui kas keliling yang sudah dilakukan hingga pulau terpencil, terluar dan terdepan.

Sektor pariwisata dewasa ini telah berkembang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru Sulawesi Utara. Sumbangan sektor ini terhadap PDRB Sulawesi Utara menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi yang didorong dari sektor pariwisata masih bisa ditingkatkan. Kelembagaan dan pengawasan di sektor pariwisata perlu didorong demi menjaga keberlanjutan pertumbuhan sektor pariwisata khususnya kelestarian atraksi budaya dan lingkungan. Selain itu, faktor sumber daya manusia serta ketersediaan akomodasi yang memadai juga merupakan salah satu kunci keberhasilan pertumbuhan sektor pariwisata

Peran aktif Bank Indonesia dalam mendorong partumbuhan ekonomi daerah tidak hanya sebatas pada upaya pengembangan sektor-sektor ekonomi, namun juga menyentuh upaya perbaikan kualitas SDM. Dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Sulawesi Utara, selain memberikan pelatihan atau bimbingan teknis kepada UMKM, Bank Indonesia juga telah memberikan beasiswa kepada Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Manado, Institut Agama Islam Negeri Manado dengan total sebesar 120 mahasiswa di setiap universitas sejak tahun 2015 dan meningkat menjadi sebanyak 150 mahasiswa sejak tahun 2018.

. Ke depan, kami juga merencanakan untuk memberikan kesempatan beasiswa kepada mahasiswa yang kuliah di Perguruan Tinggi Swasta terpilih dengan akreditasi minimal B. Pemberian beasiswa oleh BI merupakan program sosial BI yang diamanatkan oleh Komisi XI DPR RI untuk dianggarkan dan dilaksanakan oleh BI, dimana beberapa tahun lalu Bapak Gubernur termasuk tokoh parlemen yang turut memperjuangkannya anggaran beasiswa ini.

Selain itu, kami juga sudah membangun BI Corner atau pojok baca BI di kampus-kampus dan SMA pada sejumlah 10 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Utara bahkan hingga ke wilayah perbatasan di Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan wilayah kepulauan di Kabupaten Sangihe.

Di masa mendatang, kami juga berencana untuk membangun Pojok Baca Dongeng di sejumlah tempat Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD.

Perekonomian Sulawesi Utara ke depan, masih dihadapkan pada tantangan yang semakin berat. Namun demikian masih terbuka harapan dan kesempatan yang luas untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang makmur dan sejahtera. Optimisme dan persepsi positif harus terus kita perkuat untuk menyongsong masa depan ekonomi Sulawesi Utara yang lebih baik. Demikian pemikiran dan arah kebijakan Bank Indonesia yang dapat kami sampaikan.

Akhir kata, pada kesempatan pagi ini, kami mohon kesediaan bapak Gubernur untuk berkenan secara simbolis melantik mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GENBI) Provinsi Sulawesi Utara, menandatangani peta jalan (roadmap) pengendalian inflasi Sulawesi Utara Periode 2019-2021 dan mencanangkan program Barito 4.0 yang akan dilaksanakan oleh kaum ibu yang bernaung dalam wadah PKK Provinsi Sulawesi Utara, yang pada tahun ini telah memasuki tahun ke-4 dalam program menanam bawang, rica dan tomat di perkotaan. ( Nixon Tanos)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.