Tuesday 18th June 2019

Andrei Anggouw : Peringati Hari Kebangkitan ,Semangat Nasionalisme Generasi Muda Ke Depan

 

CAHAYA MEDIA – SULUT, MANADO-Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111, menjadi momen istimewa bagi seluruh bangsa Indonesia, maupun masyarakat Sulawesi Utara (Sulut).

Untuk menyulut dan membakar semangat patriotik dan nasionalisme, Ketua DPRD Andrei Angouw SE (AA) mengutip pernyataan tokoh dan pahlawan nasional.

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia,” kata AA menyalin pernyataan Proklamator RI, Ir Soekarno.

“Pattimura tua akan mati, tetapi akan bangkit lagi Pattimura muda untuk meneruskan perjuangan ini,” tegas AA kembali mengutip semangat Pattimura.

AA juga menggulirkan moto dari pahlawan nasional, GSSJ Sam Ratulangi yang dikenal ‘Sitou Timoutou yang artinya Manusia memanusiakan sesama manusia,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama AA menyampaikan pesan Sulut Anti Hoax.

Menurutnya, hal itu sangat penting sebab hoax telah merupakan benih yang memecah persatuan dan kesatuan.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey SE saat bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) berkesempatan membacakan naskah Sumpah Palapa, yang merupakan sambutan resmi dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Naskah Sumpah Palapa tersebut, ditemukan pada Kitab Pararaton yaitu Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada.

“Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samanaisun amukti palapa,” kata Olly
di lapangan Kantor Gubernur, Senin (20/5/2019).

Menurut Olly, ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan “amukti palapa”. Dam umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.

“Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita,” kata Olly.

Peringatan Harkitnas kali ini, dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadhan hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih.

“Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema “Bangkit Untuk Bersatu”. Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Olly.

Selain itu, Olly mengajak masyarakat berterima kasih atas pelaksanaan Pemilu, terutama kepada para penyelenggaran Pemilu, termasuk para KPPS yang meninggal dunia karena melaksanakan tugas negara.

“Perbedaan pilihan dalam Pemilu 2019 telah usai, sehingga tidak ada gunanya dipertajam apalagi sampai mengoyak persatuan,” tukasnya.(nixon tanos)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.