Tuesday 22nd October 2019

Teleconfrens Fesyar BI Se Kawasan Indonesia Timur

CAHAYA MEDIA – Sulut , Manado – Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2019 akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) atau tepatnya di Kota Banjarmasin pada 12-14 September 2019. Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalsel di Tahun 2019 mengaku telah siap menjadi tuan rumah pelaksanaan. Rencananya kegiatan itu akan diikuti oleh 19 Provinsi dari seluruh Indonesia.

Kepala Perwakilan BI Kalsel Herawanto menuturkan sebuah kebanggan bagi Provinsi Kalsel dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Fesyar Kawasan Timur Indonesia. Untuk tahun sebelumnya even ini sukses digelar di Provinsi Kaltim.

“Pada Fesyar Kawasan Timur Indonesia akan digelar berbagai macam even, mulai dari Forum Bisnis, Workshop, Forum Discussion Group dan Pameran,” kata Herawanto saat melakukan video conference dengan seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kawasan Timur Indonesia.

Pertama untuk forum bisnis, jelas dia, akan digelar kegiatan Forum Investor atau Forum Bisnis Syariah di Regional KTI dengan menghadirkan pembicara dari Otoritas yang relevan untuk tema “Prospek Ekonomi atau Usaha Syariah di tingkat Regional” dan dua orang pelaku usaha syariah di bidang Food, Fashion, Integrated, Farming dan Wisata Halal untuk mempersentasikan peluang investasi dimasing-masing usaha syariah. Ada pun untuk pesertanya sendiri dari kalangan pelaku UMKM, Calon Investor, Pelaku Usaha Syariah dan Akademisi dengan target 100 peserta.

Lalu untuk Workshop akan digelar TOT Modul Ekonomi Keuangan dengan pembicara dari BI yang akan melibatkan akademisi dari program studi yang bekerjasama dengan BINs ditambah dengan PT yang punya program studi ekonomi syariah dengan target peserta 30-50 orang.

Kemudian untuk FGD akan digelar FGD Model Holding Pesantren. Terakhir untuk even Pameran akan diisi oleh UMKM terbaik dari 19 daerah di Indonesia, perbankan, lembaga keuangan hingga pesantren dengan target jumlah pengunjung mencapai 2.000 orang.

Selain acara dipusatkan di satu tempat ada acara di pondok Pesantren dan ada juga acara di kampus. “Ekonomi syariah ke depan jadu penggerak perekonomian kawasan Indonesia Timur. Kegiatan ini sifatnya inklusif (untuk semua) dan bukan untuk kalangan tertentu saja,” papar dia menambahkan.

Dirinya menargetkan setiap harinya kegiatan itu akan menyedot perhatian pengunjung sekitar 8.000 orang perhari. “Apalagi dengan adanya penampilan grup band Wali, saya pikir akan melebihi target tersebut,” imbuhnya.

Acara itu akan menggandeng juga Komite Nasional Keuangan Syariah dan Pemprov Kalsel. Di mana bakal mengintegrasikan seminar, forum, workshop, expo, business matching untuk memperkuat posisi Indonesia dalam global halal value chain.

Sementara Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Sulawasi Utara Eko Irianto, kepada sejumlah wartawan mengaku Sulut sudah siap ikut serta pada kegiatan Fesyar 2019 di Banjarmasin.

“Kita siap karena pekan lalu kita baru melaksanakan Fesyar 2019 di Manado. Di situ sudah dibuat sejumlah kompetisi untuk dikirimkan ke Banjarmasin nanti,” kata Eko.

Di sisi lain Eko memuji animo masyarakat saat mengunjungi Fesyar 2019 di Manado. Padahal festival baru pertama kali dibuat di tempat keramaian.

“Saya salut dengan peserta dari UMKM, masyarakat umum datang ke sana (Fesyar) banyak, kegiatannya seru, pengisi acara bagus,” puji Eko.

Menurutnya yang perlu diperhatikan ke depannya yaitu lebih aktif mengajak komunitas seni di Sulut, dan mengajak UMKM bergabung pada kegiatan itu. Ia tak menampik juga perlu ditingkatkan lagi waktu persiapan kegiatan ( Nixon Tanos)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.