Monday 18th November 2019

Wenny Lumentut : Awal Tahun 2020 Cengkih Bisa Naik Harganya

 

CAHAYA MEDIA – SULUT, Anggota Dewan Sulut Wenny Lumentut dari Partai Gerindra di temui di ruang kerja  memaparkan beberapa hal seputar  Anjloknya harga cengkih yang berimbas pada kerugian petani cengkih di Sulut dinilai akibat dari penghentian pembelian cengkih oleh beberapa perusahaan rokok seperti halnya yang diungkapkan oleh anggota DPRD Sulut Wenny Lumentut.

Dikatakan Lumentut, petani saat ini sebaiknya tidak menjual seluruh cengkih yang ada.

“Diawal tahun 2020 nanti, pabrikan akan melakukan pembelian cengkih dan harga pasti akan naik, bisa mencapai 100 ribu per kilonya,” kata Wenny yang juga ketua fraksi Nyiur Melambai.

Menurutnya kondisi yang terjadi sekarang karena efek pabrikan yang menutup pembelian, tetapi setelah memasuki awal tahun 2020 pabrik pabrik akan membuka pembelian.

“Diawal tahun komoditas cengkih dipasaran sudah mulai menipis diprediksikan akan terjadi kekosongan cengkih oleh karena itu petani dapat menyimpan hasil cengkihnya agar supaya di tahun depan masih bisa dijual dengan harga yang tinggi,” jelasnya.

Dari segi presure politik, Wenny Lumentut mengatakan DPRD provinsi akan mengusulkan kepada pemerintah provinsi meminta ketegasan kepada menteri perdagangan mencabut atau menutup import cengkih di seluruh indonesia.

“Import cengkih sangat menguncang pendapatan ekonomi bagi petani cengkih di seluruh indonesia, Bagaimana mungkin Indonesia membuka import, sementara produksi dalam negeri sangat mencukupi. Saat ini Indonesia merupakan penghasil cengkeh terbesar di dunia dan juga kualitas nomor satu di dunia. Kenapa harus import,” ujarnya.

Wenny mengingatkan bahwa 94 persen cengkih Indonesia diserap oleh pabrikan rokok, untuk itu jika sesuatu terjadi pada industri dampaknya juga akan mengenai petani cengkih. Kami meminta pemerintah tidak menganaktirikan para petani cengkih katanya. ( Nixon Tanos )

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.