Saturday 15th May 2021

CMVE MENGECAM PERISTIWA BOM BUNUH DIRI DI GEREJA KATEDRAL MAKASSAR

CAHAYA MEDIA – Jakarta, Minggu 28 Februari 2021 – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, tibatiba saja Indonesia dientakkan oleh peristiwa bom bunuh diri yang meledak di jantung kota Makassar, tepatnya di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, yang terjadi pada pukul 10.26 WITA. Pada saat itu umat Katolik sedang merayakan misa Minggu Palma, mengawali rangkaian Pekan Suci. Sejumlah umat dilaporkan mengalami luka-luka dan sekarang masih dirawat di rumah sakit.

Corona Mea Vos Estis (CMVE), perkumpulan mantan seminaris Pematangsiantar, menyatakan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas ledakan bom yang terjadi di depan Katedral Makassar, terutama dengan adanya puluhan korban luka. Ketua Presidium CMVE, Freddy R. Saragih, menyatakan bahwa momentum yang mestinya jadi waktu kontemplasi untuk merenungkan kisah sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus, rangkaian peristiwa iman bagi umat kristiani, harus ternoda karena peristiwa kelabu dan memilukan ini.

“Tindakan itu telah mengoyak persaudaraan kemanusiaan bangsa,” kata Freddy, di Jakarta.

Menurut Freddy, peristiwa naas ini menambah daftar panjang aksi kekerasan dan teror yang terjadi di nusantara. Sungguh mengenaskan, ledakan terjadi saat umat merayakan Minggu Palma.

Menyadari situasi ini, CMVE menyerukan agar umat Katolik seluruh Indonesia dan seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak terbawa kecemasan, serta tidak larut dalam rasa takut.

“Mari kita bawa segenap peristiwa dan kekecewaan ini dalam doa bersama, khususnya mendoakan para korban luka dapat segera diberikan kesembuhan,” imbuhnya.

Freddy juga mengimbau agar tidak perlu mengirimkan atau menyebarluaskan gambar dan video tentang peristiwa ini yang justru dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

Kini menjadi tugas aparat untuk mengungkap tuntas aktor-aktor yang terlibat dalam aksi keji ini. Kepolisian juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusyuk dalam beribadah.

“Kami percaya penuh pada aparat keamanan yang mampu mengusut tuntas kasus ini dan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Makassar,” ujar Freddy.

Akhirnya, CMVE mengajak segenap umat beragama tetap teguh dalam solidaritas dan senantiasa bekerja sama mengawal kepentingan masyarakat dan bangsa, serta menghormati kerukunan hidup beragama.

Corona Mea Vos Estis (CMVE) adalah sebuah perkumpulan para mantan siswa Seminari

Pematangsiantar, yang anggotanya berjumlah ratusan tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

“Corona Mea Vos Estis” merupakan ungkapan bahasa Latin yang artinya “Engkaulah Mahkotaku”. CMVE sudah berdiri sejak tahun 1990-an yang anggotanya mengemban berbagai profesi, mulai dari birokrat di pemerintahan, advokat, TNI dan Kepolisian, konsultan, dan lainlain, hingga rohaniwan. ( Nixon Tanos )

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.